Wisuda Institut Agama Islam (IAI) Al Azhaar Angkatan Ke-VIII

Pada hari senin, tanggal 30 Oktober 2017 merupakan hari bersejarah bagi 73 mahasiswa – mahasiswi Institut Agama Islam (IAI) Al-Azhaar Lubuklinggau. Pasalnya, pada hari tersebut yang bertempat di Ballroom Hotel Abadi Lubuklinggau mereka di wisuda. Momen istimewa itu lebih terasa, sebab prosesi Sidang Senat Terbuka Wisuda VIII Tahun Akademik 2017/2018 disaksikan oleh Ketua Kopertais Wilayah VII Prof. DR Sirozi, Ph.D dan Walikota Lubuklinggau, H. SN Prana Putra Sohe.

Di hadapan ppara tamu undangan, seperti Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadisdikbud) H Tamri, Perwakilan Dandim 0406, Perwakilan Polres Lubuklinggau, jajaran Pimpinan PTS/PTAI se-Kota Lubuklinggau, orang tua dan keluarga wisudawan/wisudawati, Rektor IAI Al-Azhaar Lubuklinggau Ust Zuhri, S.Sos.I, M.Pd.I mengatakan, bahwa kehadiran IAI Al-Azhaar turut membantu Pemkot Lubuklinggau dalam mewujudkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas. Upaya yang dilakukan, selain meningkatkan status akreditasi seluruh Prodi untuk menjadi B, juga berusaha menjadikan IAI Al-Azhaar terakreditasi B.

Ditambahkan Ketua Yayasan Permata Nusantara Al Azhaar, DR KH Ahmad Mansur, bahwa sejak awal berdiri Al-Azhaar selalu ikut andil dalam mencerdaskan anak bangsa. Khususnya putra-putri Lubuklinggau dan sekitarnya.

“Bayangkan, IAI Al-Azhaar ini cikal bakalnya dulu pesantren. Setelah jadi IAI Al-Azhaar banyak orang yang ragu. Benar tidak kampus STAI Al-Azhaar itu sudah jadi institut? Namun, situasinya ternyata benar. Dalam kurun waktu kurang dari 10 tahun berdiri, Alhamdulillah IAI Al-Azhaar punya delapan Program Studi (Prodi). Dalam kurun waktu itu juga STAI jadi Institut. Bahkan, kami lebih bersyukur lagi Ramadhan 1438 H, IAI Al-Azhaar bisa membuka Pasca Sarjana. Dan Insya Allah awal tahun depan, kita akan buka Pesantren Al-Azhaar III di Ibukota Kabupaten Muratara,” tutur DR KH Ahmad Mansur.

Kontribusi yang telah diberikan IAI Al-Azhaar ini mendapat apresiasi Walikota Lubuklinggau H SN Prana Putra Sohe. Ia mengungkapkan, perjuangan para dosen IAI Al-Azhaar menunjukkan bukti bahwa kampus ini ikut berusaha menciptakan SDM yang berdaya saing.

“Pesan saya 4B saja untuk sarjana alumni IAI Al-Azhaar. Yaitu Belajar, Bersabar, Berusaha dan Berdoa. Ingat, sekalipun sudah sarjana harus terus belajar. Kedua, bersabar. Sekalipun kita sulit menempuh hidup ini, mungkin juga pernah gagal, jangan takut. Saya pernah mengalami itu. Tapi jangan sekalipun putus asa. Tetap sabar dibarengi usaha. Lalu jangan lalai berdoa. Saya juga berharap Habluminannas – HablumminaAllah kita semua seimbang. Sehingga di hadapan masyarakat kita bisa mendapatkan tempat, di mata Allah Azza Wajalla pun kita tetap dalam lindungan_Nya,” jelas bapak yang akrab dipanggil Nanan ini.

Acara tersebut juga menghadirkan Rektor UIN Raden Fatah Palembang sekaligus Ketua Kopertais Wilayah VII Prof. DR Sirozi, Ph.D untuk menyampaikan kuliah umum.

Ia berpesan kepada para sarjana yang baru saja dilantik khususnya, sebagai orang-orang yang punya gelar jangan sampai tidak ada bedanya dengan orang-orang yang tidak punya gelar.

“Maka sarjana bukan ‘terminal’ akhir. Perjalanan untuk terus belajar dan membenahi diri harus terus dilakukan,” pesannya.

Sidang Senat Terbuka ini juga menghadirkan anggota senat seperti H Agus Mukmin, Lc. M.Hum (Kaprodi Manajemen Dakwah), M Soleh, M. E.I (Dekan Fakultas FEBI), Agussalim, M. Pd.I (Dekan Fakultas Tarbiyah), Ust Nasution S.Ag, M.Pd.I (Wakil Rektor II), Aris Sutrisno, SH.MA (Ketua Prodi BKI), Ari Azhari, M.HI (Ketua Prodi Ekonomi Syariah), Agung Subakti, M.Pd.I ( Ketua Prodi PIAUD), Reni Marlena, MA (Ketua Prodi MPI/PBA), Ikit, M.E.I (Ketua Prodi Perbankan Syariah), dan Muslih Hidayat M.Pd.I (Ketua Prodi PGMI).